Follow This Blog revealed!
Welcome to my blog!Suka blog ini? yuk langsung follow, caranya dengan meng-klik bulatan keempat yang ada disamping...:-). enjoy!


profile



affies



archive



follow


link
" Sometimes the heart sees what is invisible to the eyes. "

My Girlfriend is a Gumiho : episode 4
Thursday | 0 comments
Dae Woong mengingat apa yang Mi-ho pernah katakan tentang air matanya  "Jika hujan turun di hari yang cerah, maka itu artinya aku sedang menangis." Dae Woong menghentikan langkahnya, mencoba melupakan hal itu dan bilang bahwa hal itu adalah hal yang mustahil, Dae Woong meyakinkan dirinya sendiri bahwa Mi Ho tidak sedang menangis, "Ini mustahil. Apakah Salju akan turun ketika dia membersihkan hidungnya? Atau topan akan datang ketika dia bersin?" Dae Woong berjalan semakin menjauhi pelabuhan namun dia kembali ingat kata-kata Mi Ho yang bilang bahwa Mi Ho sangat senang mendapatkan teman seperti Dae Woong. 
Dae Woong bilang bahwa selama ini dia hanya memberikan Mi Ho makanan dan menjaganya saja. Dae Woong kembali ingat kata-kata Mi Ho yang meminta dirinya berjanji untuk menjaga 'titisan' milik Mi Ho yang kini ada di tubuh Dae Woong. Dae Woong pun berteriak, "Kenapa Hujan turun di hari yang cerah? Kenapa? kenapa....?" Tapi pada akhirnya Dae Woong berlari kembali menuju ke pelabuhan dan mencoba mengejar kapal ferry itu.(nah,gitu dong^^)
Dong Joo yang juga merupakan seorang dokter hewan di sebuah klinik,saat keluar dari kliniknya dan melihat bahwa hujan turun pada saat cuaca cerah, sepertinya tau bahwa Mi Ho sedang sedih dan menangis sehingga hujan pun turun.
Sementara itu Mi Ho masih menunduk duduk di kapal ferry itu. Mi Ho berkata pada dirinya sendiri bahwa dia kini ada di tempat asing dan 'titisan'nya sudah pergi jauh jadi sebaiknya dia tidak boleh menangis lagi karna menangis percuma saja. 

Di kapal ferry itu ada seorang anak kecil yang membawa anjing, anjingnya itu terus menggonggong ketika ada di dekat Mi Ho dan anak kecil itu pun jadi panik dan terus bertanya, "Kenapa jadi seperti ini?" Anak kecil itu melihat Mi Ho yang sedang duduk dan dia kaget begitu melihat warna mata Mi Ho yang berubah menjadi biru. Anak itu ketakutan dan langsung menangis. Ibu Anak kecil itu bertanya pada anaknya, "Ada apa?" Anak kecil itu bilang bahwa Mi Ho sangat aneh. Ibunya itu pun kembali bertanya, "Apa yang nona itu lakukan?" Anak kecil itu hanya menjawab bahwa Mi Ho sangat menyeramkan.

Mi Ho sangat panik dan langsung menutupi wajahnya dan berlari menghindari Anak kecil itu dan Ibunya. Ketika berlari menuju bagian dalam kapal ferry, Mi Ho menabrak seorang pelayan di kapal Ferry dan itu membuatnya semakin mencoba menutupi wajahnya. Ibu dari anak kecil itu menghampiri Mi Ho dan mencoba berbicara dengan Mi Ho namun Mi Ho langsung kabur dan berlari menuju ke kamar mandi.
Di dalam kamar mandi Mi Ho melihat wajahnya di cermin dan berkata, "Apa yang harus aku lakukan? Wajahku berubah karna aku kehilangan kekuatanku. Ah aku dalam masalah besar." Tiba-tiba saja pintu kamar mandi di ketuk-ketuk oleh Ibu yang tadi dan meminta Mi Ho segera keluar dari kamar mandi. Mi Ho jelas jadi semakin panik dan hanya bisa tertunduk di lantai. Si pelayan yang tadi bertabrakan dengan Mi Ho pun bertanya ada masalah apa antara Ibu-ibu itu dan Mi Ho, Ibu itu bilang bahwa Mi Ho telah membuat anaknya menangis. Ibu itu terus meminta Mi Ho untuk keluar agar menjelaskan apa yang telah di perbuatnya sehingga anaknya menangis seperti itu, namun Mi Ho tetap tidak ingin keluar.
Dae Woong akhirnya sampai ke pelabuhan kapal ferry yang sudah berlabuh. Ketika masuk ke dalam kapal, Dae Woong mendengarkan omongan seorang ibu dan anaknya yang bilang bahwa tadi ada seorang perempuan yang sangat aneh dan terlihat seperti Monster. Dae Woong kaget mendengar itu dan bertanya-tanya, "Monster? Apakah dia berubah? Lalu Mi Ho..." Dae Woong pun langsung masuk kedalam kapal ferry itu untuk mencari Mi Ho.
Dae Woong melihat ada sesuatu seperti ekor rubah, Dae Woong menyangka itu adalah Mi Ho makanya dia berkata, "Apakah itu kau Mi Ho? Mi Ho... Bagaimana bisa kau jadi seperti ini di sini?" Dae Woong sudah mau memegang ekor itu namun tiba-tiba saja Ibu-ibu yang tadi datang dan memeluk hewan yang ternyata adalah anjing bukanlah rubah. Ibu-ibu itu meninggalkan Dae Woong dengan muka sinis dan Dae Woong pun bernafas lega karna itu bukan Mi Ho. Dae Woong terdiam, "Jadi itu anjing. Lalu dimana Mi Ho?"
Sementara itu, di dalam kamar mandi, Mi Ho mendengar ada yang menyebut namanya dan yakin bahwa Dae Woong ada di kapal itu juga. Si petugas kapal ferry itu meminta Mi Ho agar segera keluar dari kamar mandi atau jika tidak mereka akan menggambil kunci serep untuk membuka pintu itu. Dae Woong mendengar pembicaraan itu dan yakin bahwa Mi Ho ada di dalam kamar mandi. Petugas itu meninggalkan kamar mandi untuk mengambil kunci dan Dae Woong pun memanfaatkan kesempatan ini untuk membawa Mi Ho pergi.
Dae Woong meminta Mi Ho segera keluar dari dalam kamar mandi namun Mi Ho bilang bahwa dia tidak bisa keluar kamar mandi sekarang karna pasti membuat Dae Woong terkejut jika melihat dirinya sekarang. Dae Woong mengira kalau ekor Mi Ho keluar makanya dia bilang bahwa dirinya sudah tidak akan terkejut lagi jika melihat ekor Mi Ho karna sudah pernah melihatnya beberapa kali. Mi Ho bilang bukan ekornya yang keluar sekarang. Dae Woong bertanya, "Lalu apa?" Mi Ho bilang bahwa dirinya kehilangan kekuatan maka dia pun berubah. Dae Woong meminta Mi Ho cepat keluar dan dia tidak akan terkejut melihat Mi Ho.
Mi Ho memberanikan membuka pintu dan ternyata benar saja Dae Woong langsung kaget begitu melihat wajah Mi Ho. Dia tidak berani melihat wajah Mi Ho dan bilang, "Yah kau benar. Ini agak mengejutkan..." Dae Woong mengambil sebuah kain di dekat kamar mandi dan menutupi badan Mi Ho dengan kain itu agar orang-orang tidak bisa melihat perubahan Mi Ho. Dae Woong lalu merangkul Mi Ho dan mengajak Mi Ho pergi dari kapal ferry itu.
Dae Woong terus menutupi tubuh Mi Ho dengan kain itu dan membawa keluar dari kapal ferry, banyak orang-orang yang melihat mereka dengan pandangan aneh. Dae Woong bertanya, "Kenapa kau bisa berubah seperti ini?" Mi Ho malah balik bertanya, "Kenapa kau tadi meninggalkanku?" Dae Woong kaget mendengar pertanyaan itu dan dia pun berbohong dengan bilang bahwa tadi dia hanya keluar sebentar dari kapal dan ternyata kapal itu malah meninggalkan dia. Dae Woong juga bilang seharusnya Mi Ho menikmati makanan di dalam kapal dan menikmati waktu saja, bukannya menangis. Mi Ho bertanya, "Kau kembali karena aku menangis?" Dae Woong menjawab, "Jika hujan di haru yang cerah, itu akan membuat rencana orang piknik hancur jadi jangan menangis." Dae Woong merangkul Mi Ho dan mencoba pergi dari pelabuhan.
Pelayan di kapal ferry itu melihat Mi Ho memakai kain dari kapal ferry makanya dia memanggil-manggil Dae Woong dan menarik kain itu dari tubuh Mi Ho. Dae Woong panik dan langsung memeluk rapat Mi Ho agar wajah Mi Ho tidak di lihat oleh orang lain. Cuaca yang awalnya mendung pun kembali cerah. Karna tidak ada lagi kain yang bisa menutupi Mi Ho maka Dae Woong pun terus memeluk Mi Ho dan bilang bahwa dia akan membawa Mi Ho pergi.
Mi Ho menatap Dae Woong dan Dae Woong pun senang karna Mi Ho sudah kembali seperti semula kembali. Ketika Dae Woong mau melepaskan pelukannya, Mi Ho melarang dan meminta Dae Woong memeluknya kembali hanya untuk beberapa menit saja. Dae Woong pun jadi salah tingkah dan tetap memeluk Mi Ho. Mi Ho bilang bahwa tadi dia kehilangan kekuatannya makanya dia ingin merasa lebih dekat dengan 'Titisan' miliknya itu hanya untuk sesaat. Mi Ho amat ceria ketika memeluk Dae Woong dan berkata, "Aku ingin tetap seperti ini sebentar saja."

Sementara itu Dong Joo datang ke Kuil dan bertemu dengan Kakek Biksu. Dong Joo bilang bahwa dia sudah menemukan rubah itu dan dia akan membantu membawa rubah itu kembali ke dalam lukisan. Kakek Biksu lega mendengar hal itu dan siap menunggu agar Rubah itu bisa kembali ke dalam lukisan karena Nenek Samsin pasti kesepian ditinggal rubah itu. Dong Joo tersenyum dan bilang bahwa dia akan mengembalikan Rubah itu ke tempatnya yang sebenarnya.
Di rumah, Kakek mengemasi koper yang isinya barang-barang Dae Woong dan meminta Bibi untuk memberikan koper itu kepada Dae Woong karna Dae Woong pasti membutuhkan barang-barangnya saat mencoba mencari uang. Kakek benar-benar senang melihat perubahan Dae Woong yang kini sudah ada kemauan untuk mencari uang sendiri makanya dia benar-benar ingin membantu Dae Woong dan Mi Ho agar menjadi pasangan yang bahagia.
Bibi pun ke tempat Dae Woong membawa koper itu dan duduk di kursi taman. Bibi kebingungan dengan maksud kakek yang bilang bahwa Dae Woong sekarang sudah ada niat mencari uang. Meskipun kebingungan, tetapi bibi tidak mempermasalahkan masalah itu.Karena kelelahan, Bibi tertidur di kursi taman. 
Dong Hong dan Asistennya melihat Bibi dan Dong Hong merasa kasian pada Bibi yang tertidur di kursi taman yang terkena panas matahari makanya Dong Hong sengaja berdiri di depan Bibi untuk menghalangi sinar matahari ke Bibi. Dong Hong terus berdiri di depan Bibi sampai-sampai Dong Hong keringetan karna terkena cahaya matahari. Begitu matahari mulai tertutup awan dan cuaca sudah teduh, Dong Hong pun langsung pergi meninggalkan Bibi yang masih tetap tertidur.(ha..ha..ha..ada-ada aja)

Setelah kepergian Dong Hong, Bibi terbangun dari tidurnya.
Hye In, Sun Nyeon dan Byung Soo pergi makan es krim bersama-sama. Hye In bilang bahwa Dae Woong tidak mengikuti audisi karena Mi Ho membuat masalah dan mengacaukan semuanya. Sun Nyeon bilang pada Byung Soo bahwa sejak awal dia sudah tau kalau Mi Ho itu pembawa kesialan. Byung Soo menjelaskan bahwa Dae Woong itu tidak bisa ikut audisi karena mencari baju untuk Hye In, bukannya karena Mi Ho. Jelas aja Hye In dan Sun Nyeon langsung menatap kesal ke Byung Soo karna malah membela Mi Ho.

Hye In lalu bertanya ke Sun Nyeon, "Ah aku dengar kalau Director Dong Hong sedang mencari pemeran utama perempuan, apakah kau tau siapa itu?" Sun Nyeon pun menjawab bahwa ayahnya itu melihat seorang wanita aneh di antara tetangganya yang benar-benar sangat menggoda. Hye In jelas merasa kesal mendengar hal itu.
Malamnya, Dong Hong mencoba menelusuri jalan yang kemarin malam dia lewati untuk mencari sosok wanita yang dia lihat kemarin. Dong Hong bilang bahwa kemarin dia melihat ada wanita di dekat tempat sampah dan benar-benar terbang tanpa bantuan kabel. Dong Hong lalu berkata, "Orang itu terbang ke langit tanpa kabel. Apakah aku bermimpi? Real Action... My Dream.. Where-where... where are u?"
Dae Woong membelikan ayam untuk makan malam Mi Ho. Mi Ho mengeluh dan bertanya, "Ayam lagi? Kapan kita akan makan sapi?" Dae Woong menjawab bahwa hari ini tidak berjalan lancar rencananya sehingga mereka hanya bisa makan ayam. Dae Woong lalu berkata, "jika kau menanyakan sapi dalam situasi seperti ini. Kau benar-benar tidak tau tata krama." Mi Ho bilang bahwa waktu itu Dae Woong pernah berkata bahwa dirinya ini bukan manusia jadi tidak apa-apa jika dia tidak memiliki tata krama juga. Dae Woong balik bilang  seharusnya Mi Ho itu cerdas jika tidak memiliki tata krama. 
Dae Woong lalu berkata bahwa mimpinya hancur dan kini tidak memiliki uang jadi rasanya tidak mungkin sapi akan tiba-tiba muncul. Mi Ho bertanya, "Mimpimu hancur?" Dae Woong membenarkannya bahwa kini mimpinya hancur di depan matanya sendiri dan mimpinya itu adalah menjadi Bintang laga. Mi Ho tidak tau apa itu Bintang laga makanya dia bertanya apa arti dari itu? Dae Woong menjawab kalau Bintang laga itu adalah hal yang memang dia ahli dalam bidang itu. Mi Ho menjawab, "Kau ahli dalam bidangnya?" Mi-ho mencoba menebak, “Kabur?” (ha..ha..ha..). Dae Woong kesal di bilang begitu maka dia pun berkata, "Mungkin didepanmu aku ini selalu kabur dan memberikanmu makanan, tetapi di depan gadis lainnya aku selalu terlihat keren.Aku mengendarai motor dan berlari saat latihan dan juga terbang menggunakan kabel. Aku melakukan itu dan semua wanita pun pingsan. " Mi Ho tersenyum dan bilang, "Dae Woong, meski aku bukan manusia tetapi aku pikir kau itu sangat keren." sambil mengacungkan ibu jarinya.
Dae Woong yang mendapatkan pujian seperti itu pun jadi semakin sombong dan bilang bahwa anjingnya pun menggonggong dengan berbeda jika dia ada. Mi Ho bilang kalau Dae Woong pasti lebih keren kalau melakukan sebuah aksi. Dae Woong pun langsung tertarik untuk mempertunjukan bakatnya itu di depan Mi Ho.

Sementara itu Dong Hong mau memulai mencari sosok Mi Ho tetapi dia ingin pergi ke kamar mandi dulu sebelum pergi mencari Mi Ho.

Imajinasi Dae Woong pun mulai membayangkan bahwa dirinya sedang diserang oleh para Ninja dan Dae Woong akan melawan 5 orang Ninja itu sendirian. Dae Woong menggunakan tusukan sate sebagai pedang dan terus berpura-pura sedang melawan Ninja. Dae Woong menutup aksinya itu dengan memukau dan Mi Ho pun langsung bertepuk tangan memuji Dae Woong, "Dae Woong, itu sangat bagus sekali dan menyenangkan." Dae Woong bilang bahwa seharusnya kemampuannya itu ditunjukan di depan Sutradara saat audisi tapi dia justru melewatkan audisi itu.
Dae Woong mematahkan tusukan sate yang di pegangnya dan Mi Ho pun mengikuti yang di lakukan oleh Dae Woong. Ketika Dae Woong menendang batu, Mi Ho juga ikut-ikutan menendang batu. Dae Woong menendang tembok dan Mi Ho juga menendang tembok. Hanya saja, Mi-ho menendang dengan kekuatan penuh hingga tembok itu retak dan hampir rubuh.. Dae Woong jelas amat kaget. Ketika Mi Ho mau memegang tembok yang retak itu, Dae Woong melarangnya karna takut tembok itu jadi hancur. Mi Ho berkata bahwa ada seseorang yang sedang berjalan mendekat ke arah mereka. Dae Woong cepat-cepat membawa Mi Ho untuk bersembunyi di ujung jalan.

Ternyata yang sedang berjalan mendekat ke arah mereka itu adalah Dong Hong. Dong Hong sudah berusaha mencari kamar mandi terdekat namun karena tidak menemukannya makanya Dong Hong memilih untuk buang air di pinggir jalan saja. Ketika Dong Hong sedang buang air kecil di dekat tembok yang retak itu, tembok tiba-tiba rubuh. Kekuatan apa saja ternyata bisa membuat tembok itu roboh dan di balik tembok itu ternyata ada seorang perempuan yang kaget melihat Dong Hong dan langsung berteriak ketakutan. Dong Hong hanya meminta maaf.
Karna kejadian itu, Dong Hong di panggil ke kantor polisi dan di interogasi. Polisi itu yakin bahwa tembok runtuh akibat dari ulah Dong Hong. Dong Hong menjelaskan bahwa dia hanya menumpang buang air kecil di dekat tembok itu dan sama sekali tidak merusak si tembok. Jelas saja Polisi tidak percaya mendengar penjelasan dari Dong Hong dan menyebut Dong Hong sebagai laki-laki cabul. Dong Hong bilang kalau dia bersedia mendapatkan hukuman atas perbuatannya yang buang air kecil di tempat sembarangan, dan dia juga bersedia membayar semua biaya perbaikan dari runtuhnya tembok itu namun dia tidak mau jika di panggil laki-laki cabul.

Tiba-tiba Dae Woong datang membela. Dia muncul di kantor polisi dan mengatakan bahwa dirinya adalah saksi dan kalau yang Dong-hong lakukan hanyalah buang air kecil dan tidak merusak tembok itu sama sekali. Akhirnya polisi percaya Dong Hong dan membebaskan Dong Hong.
Dong Hong berterima kasih kepada Dae Woong karna sudah menyelamatkannya. Dae Woong lalu memperkenalkan diri bahwa dia itu temannya Sun Nyeon yang kini tinggal di sekolah aktingnya Dong Hong. Dae Woong juga bilang bahwa dirinya amat sangat menghormati Dong Hong dan kagum kepada Dong Hong. Dae Woong bilang bahwa semestinya pertemuan pertama mereka itu di tempat audisi namun karna ada keperluan dia pun tidak datang ke tempat audisi itu. Dong Hong mendengar dari asistennya bahwa Dae Woong memang tidak datang ke tempat audisi itu. Dong Hong pun memberikan kesempatan kepada Dae Woong untuk audisi ulang sebagai rasa berterima kasih Dong Hong dan juga sebagai rasa senang Dong Hong karna Dae Woong sangat menghormatinya dan menyukai karyanya.

Dae Woong jelas amat sangat senang karna di berikan kesempatan kedua untuk mengikuti audisi. Dong Hong bilang bahwa dia akan memberikan audisi ulang tapi Dae Woong harus berjanji tutup mulut mengenai kejadian yang terjadi hari ini. Dae Woong berjanji dan Dong Hong pun pamit pulang duluan.
Ketika Dong Hong keluar dari kantor polisi, Mi Ho sedang berjongkok di depan tempat sampah tetapi Dong Hong tidak melihat sosok Mi Ho dan langsung pergi. Dae Woong menghampiri Mi Ho dan kaget begitu melihat Mi Ho sedang memakan daging yang di temukan di tempat sampah. Dae Woong langsung menyuruh Mi Ho membuang tulang yang sedang digigitnya tetapi Mi Ho tidak mau, ketika Dae Woong berkata "Aku akan membelikanmu daging!" Mi Ho langsung membuang daging itu dan semangat membeli daging.

Mi Ho berkata bahwa dia tidak enak minta di belikan daging oleh Dae Woong setelah dirinya merusakan tembok makanya dia mencoba mencari daging itu sendiri. Dae Woong menatap Mi Ho dari atas sampai bawah dan berkomentar, "Kau itu terlihat seperti Gumiho yang kehilangan 'titisan rubahnya' dan menjadi lemah dan juga lelah. Kau juga terlihat kotor dan tak rapi." Dae Woong lalu mengajak Mi Ho pergi untuk membeli perlengkapan lainnya.
Dae Woong mengajak Mi Ho ke Supermarket. Mi Ho langsung mencium bau daging tapi Dae Woong berkata bahwa mereka harus membeli perlengkapan yang lainnya dulu baru membeli daging. Dae Woong membeli banyak perlengkapan baru untuk Mi Ho, seperti sikat gigi, busa, baju, dan juga beberapa perlengkapan lainnya. Di tengah Dae Woong sedang sibuk memilih barang-barang, Mi Ho diam-diam kabur dan kembali ke keranjang belanjaan sambil membawa daging.
Sesampainya di rumah, Dae Woong langsung mengajarkan Mi Ho menggosok gigi namun Mi Ho malah memakan odolnya dan berkata, "Ah ini lezat." Jelas saja Dae Woong langsung marah-marah dan bilang bahwa itu bukan makanan. Dae Woong selanjutnya mengajarkan Mi Ho untuk memakai sabun busa, dan lagi-lagi Mi Ho malah memakan sabun itu dan berkata bahwa rasanya sangat lezat. Dae Woong menyuruh Mi Ho untuk mandi, sementara itu Dae Woong menunggu Mi Ho di ruang tengah.

Selesai Mi Ho mandi dan berganti baju, Dae Woong melihat Mi Ho dan terpesona karna Mi Ho terlihat sangat cantik. Dae-woong bahkan bergumam kalau Mi-ho terlihat seperti gadis normal dengan gaya seperti ini . Dae Woong lalu mengajarkan Mi Ho untuk memakai pelembab wajah dan lagi-lagi Mi Ho malah mencicipi pelembab itu. Dae Woong benar-benar sudah lelah mengajarkan Mi Ho dan dia pun berkata, "Berhentilah memakan itu!"
Dae Woong memasak daging sapi untuk Mi Ho sementara Mi Ho duduk di depan kipas angin.  Mi Ho bilang kepada Dae Woong bahwa dia benar-benar berterima kasih kepada Dae Woong yang telah membuatnya seperti manusia. Dae Woong tersenyum dan bilang bahwa Mi Ho sepertinya sedang dalam mood yang bagus.

Lalu Dae Woong bertanya, "Bisakan kamu memberi tahu aku sampai kapan 'titisan rubah'mu ini ada di dalam tubuhku?" Mi Ho langsung terdiam dan senyumnya itu pun hilang. Mi Ho bilang bahwa sebenarnya Dae Woong sudah sehat namun masih ada sesuatu. Dae Woong memotong kalimat Mi Ho dan meminta sebuah kepastian dari Mi Ho kapan 'titisan rubah' itu akan di lepas dari tubuhnya. Mi Ho langsung bilang bahwa dia lelah dan akan segera tidur. Dae Woong yang mendengar itu jadi kebingungan dan berkata, "Bagaimana daging ini?" Mi Ho menjawab bahwa dia akan memakan daging itu nanti. Dae Woong benar2 kebingungan melihat sikap Mi Ho yang tiba-tiba memilih untuk tidur dari pada makan daging. Dae Woong pun berpikir bahwa Mi Ho pasti benar2 lelah makanya meninggalkan Daging.
Sementara itu, Dong Joo sedang diam di ruangannya dan memegang pisau yang akan dia gunakan untuk membunuh Mi Ho. Dong Joo berkata pada dirinya bahwa dia tidak akan mengembalikan Mi Ho ke tempat seharusnya Mi Ho berada, dia akan membuat Mi Ho sendiri lah yang menginginkan pulang.

Di kuil, Kakek Biksu menatap lukisan yang seharusnya terdapat Nenek Sam Shin dan juga rubah. Kakek Biksu itu lalu bertanya-tanya, "Apakah mungkin Rubah itu akan kembali ke dalam lukisan ini?"
Ketika Dae Woong tidur, Mi Ho duduk di sampingnya dan berkata, "Kau hampir sehat. Jika aku mengatakan padamu bahwa kau sudah sehat, kau pasti akan memintaku untuk mengambil kembali 'titisan rubah' itu dan memintaku untuk pergi." Mi Ho kembali mengingat masa-masa yang dulu pernah di lewati bersama dengan Dae Woong. Ada nyamuk di sekitar Dae Woong dan Mi Ho pun langsung membunuh nyamuk2 itu dan berkata, "Dia pasti tidak akan senang jika mengetahui aku duduk disampingnya dan membunuh nyamuk ini untuknya karna aku ini bukan manusia."
Hye In dihampiri oleh Managernya yang memberikan selamat karna Hye In berhasil mendapatkan peran dan lolos audisi. Hye In senang karna berhasil lulus audisi tapi dia masih belum puas karna tidak mendapatkan peran utama makanya dia bertanya pada Managernya, "Manager, apakah pemeran utama belum di tentukan?" Managernya hanya menjawab bahwa pemeran utama memang belum di tentukan. Hye In pun langsung bilang bahwa dia akan ikut kursus di sekolah akting aksi milik Dong Hong.

Manager bertanya, "Kenapa kau mau ikut kursus aksi akting? Peranmu sama sekali tidak ada aksinya.Apakah kau ingin menjadi pemeran utama?" Hye In menjawab bahwa saat ini pemeran utama belum ditentukan jadi dia masih memiliki kesempatan dan dia juga ingin menunjukan bakatnya itu kepada Dong Hong. Manager tidak melarangnya dan hanya meminta kepada Hye In agar tidak terlalu berlebihan dalam melakukan aksinya itu.
Sun Nyeon bilang kepada Byung Soo bahwa ayahnya itu benar-benar sangat berlebihan karna tidak membuat dirinya menjadi pemeran utama dalam film padahal dirinya benar-benar menginginkan peran itu dari pada peran itu di berikan kepada Hye In. Byung Soo bilang bahwa Dong Hong itu memiliki ambisi yang besar dan tentunya tidak akan membiarkan anak perempuannya menghancurkan filmnya nanti. Sun Nyeon jelas merasa tersinggung mendengar kata-kata Byung Soo itu. Byung Soo pun langsung bilang kalau Sun Nyeon tetap lebih cantik dari pada Hye In tapi sayang, Sun Nyeon tidak memiliki pengalaman akting sama sekali.

Sun Nyeon bilang bahwa dirinya ini setidaknya lebih baik ikut audisi dari pada Dae Woong yang sama sekali tidak mengikuti audisi. Byung Soo bertanya kepada Sun Nyeon, "Apakah aku harus membujuk Dong Hong agar Dae Woong dapat mengikuti audisi ulang?" Sun Nyeon bilang bahwa ayahnya itu seperti pisau dan tidak akan memberikan kesempatan kedua.
Di kantornya, Dong Hong memberi tau asistennya bahwa dia akan memberikan kesempatan ulang audisi untuk Dae Woong. Asistennya itu jelas kebingungan karna tiba-tiba saja Dong Hong berubah pikiran untuk memberikan kesempatan ulang, Asistennya itu bertanya "Apakah perempuan yang waktu itu (Maksudnya Bibi) yang meminta ini padamu?" Dong Hong menjawab pertanyaan asistennya itu dengan mengatakan bahwa dalam film-film aksi, biasanya orang yang suka ikut campur akan mati duluan.
Bibi sedang ada di rumah menonton A Better Tomorrow dan Kakek melihatnya, sadar kalau bibi pasti tertarik pada seorang pria. Kakek bertanya kepada Bibi, "Hey sepanjang hari kau hanya menonton film-film aksi, apakah kau sedang menyukai laki-laki yang senang berkelahi? Ketika kau menyukai laki-laki yang gemar memancing, kau selalu menonton saluran memancing. Ketika kau menyukai laki-laki yang bermain Baduk, kau selalu menonton Baduk. Apakah kau kini menyukai laki-laki yang senang berkelahi?" Bibi kesal dan bilang bahwa film yang dia tonton itu adalah film aksi, bukannya film perkelahian.

Kakek lalu berkata, "Yang menyukai film aksi adalah Dae Woong... Mungkin laki-laki yang di sukainya itu kenal Dae Woong."
Dae Woong sedang siap-siap mau pergi untuk mengikuti audisi, tiba-tiba Dae Woong mendapatkan sms dari Kakek yang berisi "Dae Woong yang bisa di andalkan, ada sesuatu yang ingin aku diskusikan denganmu dirumah." Dae Woong jelas kebingungan karna tiba-tiba saja Kakek menyebutnya Dae Wong yang dapat diandalkan dan bilang bahwa ingin melakukan sebuah diskusi dengan Dae Woong. Dae Woong berpikir bahwa kakek pasti sedang sakit karna tiba-tiba seperti ini.

Mi Ho bilang bahwa Dae Woong harus menunjukan bakatnya yang paling keren di audisi nanti. Dae Woong menjawab tentu saja dia akan melakukan yang terbaik di audisi. Dae Woong mengajak Mi Ho pergi namun Mi Ho menolak dan bilang bahwa dia akan diam saja di rumah karna tidak mau audisi Dae Woong kembali gagal hanya karna dirinya.Dae Woong jelas heran dengan sikap Mi Ho dan dia bertanya, "Kemarin kau tidak memakan daging dan hari ini kau membiarkanku pergi sendiri? Apa kamu sakit?" Mi Ho menjawab bahwa dia akan menunggu Dae Woong karna yakin Dae Woong akan kembali. (Cie...Dae Woong cemas ni ye..)

Ketika Dae Woong mau pergi, Dae Woong kembali menghampiri Mi Ho untuk memberikan uang dan bilang kalau Mi Ho sebaiknya membeli ayam saja dari pada mencari makanan dari tempat sampah. Ketika Dae Woong mau pergi, lagi-lagi dia berbalik ke Mi Ho dan bilang jika ada sesuatu yang buruk maka Mi Ho harus menelponnya. Mi Ho langsung mengangguk mengerti. Dae Woong juga bilang jika dia nanti sukses audisinya maka dia akan membelikan daging untuk Mi Ho. Mi Ho kembali mengangguk mengerti dan melambaikan tangannya ke Dae Woong.
Dae Woong berjalan keluar dari rumah dan berkata, "Seseorang yang selalu mengikuti tiba-tiba saja bilang tidak akan mengikutimu lagi. Ini benar-benar aneh." Dae Woong melihat Mi Ho berdiri di atap sambil melambaikan tangan dan Dae Woong pun ikut melambaikan tangannya ke arah Mi Ho. Tiba-tiba Dae Woong sadar bahwa dia tidak boleh melambaikan tangannya ke Mi Ho dan harus berhenti menumbuhkan ketergantungan pada Mi-ho. Dia langsung memilih pergi.
Mi Ho yang masih terus melihat Dae Woong pun berkata, "Dae Woong, kau sudah sembuh dan aku harus mengeluarkan 'titisan' itu sekarang. Tapi, bisakah aku tetap tinggal disini? Sepertinya aku akan bertanya padamu malam ini."
Dong Joo menelpon asistennya dan bilang dia tidak bisa pergi ke rumah sakit hari ini. Asistennya itu bertanya, "Apakah kau bertemu seseorang hari ini?" Dong Joo menjawab, "Ya. Aku akan mengantarnya ke suatu tempat yang jauh dan sebelum itu aku akan membelikannya makanan enak." Asistennya tertawa dan bilang bahwa Dong Joo pasti sedang pergi berkencan. Asistennya memberikan semangat kepada Dong Joo agar bersenang-senang menikmati waktu. Selesai menelpon, Dong Joo berkata "Kencan? Aku sedang berusaha merayu rubah itu agar mau mengikuti apa yang aku inginkan, jadi ini disebut kencan?"

Perempuan yang waktu itu melihat tembok runtuh gara-gara Dong Hong buang air kecil di tembok itu bercerita kepada ibu-ibu lainnya mengenai kejadian itu. Jelas saja ibu-ibu yang bergosip langsung tertawa.
Ibu-ibu yang bergosip itu melihat Mi Ho yang sedang mengeluarkan semua isi sampah di dalam tong sampah dan mereka bertanya-tanya, "Siapa itu? Aku belum pernah melihat dia sebelumnya." Si perempuan tua yang melihat kejadian tembok runtuh itu pun langsung menghampiri Mi Ho dan bertanya, "Apa yang kau lakukan dengan mengacak-acak tempat sampah orang lain?" Ternyata Mi Ho mengacak-acak tempat sampah untuk mencari kupon ayam (dia percaya bila punya 10 kupon maka akan berubah menjadi ayam!) dan dia berhasil menemukan kupon terakhirnya. Perempuan tua itu langsung merebut kupon itu dan bilang bahwa kupon itu miliknya karna ada di tempat sampah miliknya. Jelas Mi Ho tidak menerima begitu saja kupon yang dia sudah temukan di rebut begitu saja makanya Mi Ho pun langsung merebut kupon itu kembali.

Akhirnya Perempuan tua itu dan Mi Ho saling memperebutkan kupon itu. Ibu-ibu yang melihat hal itu hanya bisa terdiam dan menonton aksi memperebutkan tiket itu. Perempuan tua itu jelas kesulitan dan berusaha sekuat tenaga untuk merebut kupon dari tangan Mi Ho yang tidak mengeluarkan tenaganya sama sekali. Akhirnya Mi Ho berhasil merebut kupon itu dan perempuan tua itu pun menyerahkan kupon kepada Mi Ho. Mi Ho pun dengan senang hati langsung pergi.

Ibu-ibu yang lain bilang bahwa perempuan tua itu sangat payah karna kalah berebut kupon dengan seorang gadis muda. Perempuan tua itu bilang bahwa Mi Ho sangatlah kuat dan benar-benar membuat dirinya kelelahan.
Mi Ho melihat kupon yang berhasil dia dapat dan bilang bahwa dia akan memakai kupon itu untuk makan bersama dengan Dae Woong nanti. Ketika berjalan, Mi Ho melihat ada Dong Joo dan dia pun berkata, "Itu kan laki-laki yang kemarin. Ternyata dia benar-benar mendatangi ku kembali."

Mi Ho pergi bersama dengan Dong Joo dan Dong Joo benar-benar kagum oleh Min Ho yang berani bertengkar dengan ibu-ibu demi mendapatkan sebuah kupon. Mi Ho membuka dompet Dong Joo dan bilang bahwa Dong Joo benar-benar mengagumkan karna memiliki kartu nama, kartu identitas, tabungan, bahkan Dong Joo juga memiliki HP walaupun Dong Joo bukan manusia. Dong Joo bilang bahwa jaman sekarang hampir semua orang memiliki HP, Mi Ho kembali mengingatkan Dong Joo bahwa mereka ini bukan manusia dan itu cukup hebat jika Dong Joo memiliki barang-barang manusia.

Ketika di lampu merah, Dong Joo bilang bahwa Mi Ho harus menggunakan sabuk pengaman agar tidak ditangkap polisi. Mi Ho tidak tau tentang sabuk pengaman maka Dong Joo pun langsung memakaikan sabuk pengaman ke Mi Ho. Mi Ho bertanya, "Siapa kau sebenarnya?" Dong Joo memperkenalkan dirinya itu bernama Park Dong Joo dan bekerja di sebuah klinik hewan sebagai kepala dokter klinik. Dong Joo lalu bertanya, "Apakah kau ingat pernah bertemu denganku di sebuah tempat?"

Dae Woong tiba di kantor Dong Hong untuk mengikuti audisi dan Asisten Dong Hong berkomentar bahwa Dae Woong memiliki wajah yang bagus di kamera. Dong Hong sempat mengomel sedikit dan bilang bahwa Dae Woong bisa datang besok untuk memulai latihan. Dae Woong kaget dan bertanya, "Apakah aku lolos casting?" Dong Hong balik bertanya, "Kenapa? Kau keberatan?" Dae Woong tentu saja bilang bahwa dia amat sangat senang karna lolos casting.
Di luar kantor Dong Hong, Dae Woong bertemu dengan Byung Soo yang memberikan selamat kepada Dae Woong. Dae Woong baru sadar ada Sun Nyeon juga dan bilang kepada Sun Nyeon agar membawakan merek minuman. Sun Nyeon langsung marah dan berkata, "Apakah kau tidak tau siapa ayahku hah?" Dae Woong baru ingat kalau Sun Nyeon ini anaknya Dong Hong makanya Dae Woong pun langsung baik kepada Sun Nyeon dan bertanya, "Kau mau minum apa?
Dae Woong pergi ke mesin jual soda dan membeli soda. Dae Woong teringat akan Mi Ho yang suka sekali dengan soda dan dia pun langsung bilang "Malam ini ada daging dan soda. Ya aku akan memberikannya pada dia setiap minggu. Lalu apakah nanti ekornya akan keluar lagi?" Tiba-tiba ada suara, "Apanya yang akan keluar?" itu suara Hye In yang menghampiri Dae Woong untuk memberikan selamat. Dae Woong jelas senang dan bilang bahwa awalnya dia mau memberikan kabar bahagia ini kepada Hye In tapi sepertinya Pihak film sudah memberi tahukan hal ini kepada Hye In. Hye In senang dan mengacak-acak rambut Dae Woong, Dae Woong tidak suka di perlakukan seperti anak kecil makanya dia menghindar dan memberikan minuman soda kepada Hye In.

Hye In bertanya, "Apakah karna kau sudah mulai menjadi aktor maka sekarang kau tidak ingin aku sentuh?" Dae Woong kaget denger pertanyaan itu dan bilang bahwa sekarang ini sedang musim panas dan dia keringatan sehingga sebaiknya tidak disentuh. Hye In bertanya, "Apakah kau ingin menghabiskan waktumu bersama seseorang selain aku?" Dae Woong teringat Mi Ho namun dia tidak mungkin menyebutkan bahwa dia ingin bersama Mi Ho sehingga dia pura-pura mengeluarkan HPnya dan bilang bahwa kakeknya ingin bertemu. Hye In pun tersenyum dan bilang bahwa dia akan membiarkan Dae Woong bersenang-senang merayakan hal ini dengan keluarganya.
Mi Ho diajak ke apartemen Dong Joo dan dia pun kagum melihat kamar Dong Joo yang penuh dengan perlengkapan manusia. Mi Ho pun bertanya, "Bagaimana bisa kau memiliki semua perlengkapan ini?" Dong Joo menjawabnya, "Aku selalu berganti-ganti pekerjaan dan nama." Mi Ho bertanya, "Dalam berapa lama?" Dong Joo menjawab bahwa dia sudah hidup di dunia manusia lebih lama dari pada Mi Ho yang terkurung di dalam lukisan. Mi Ho lalu bilang bahwa dirinya benar-benar ingin seperti Dong Joo. Dong Joo berkata Jika Mi Ho ingin menjadi seperti dirinya maka Mi Ho tidak bisa memiliki hubungan dengan siapapun, tidak bisa memiliki teman ataupun keluarga bahkan tidak bisa memiliki kekasih.

Mi Ho bilang bahwa tetap saja bisa hidup bersama seseorang. Dong Joo langsung berkata bahwa makhluk abadi seperti mereka ini tidak akan pernah bisa memiliki hubungan dengan manusia. Dong Joo juga bilang bahwa hidup di dunia ini tidak enak maka sebaiknya Mi Ho kembali saja ke alamnya. Mi Ho tidak mau dan bilang bahwa dirinya ingin tetap ada di dunia manusia. Dong Joo bertanya dalam hatinya, "Apakah kau begitu membencinya? Sampai kau bersedia mati? Jika kau tidak harus kembali, Apakah kau bersedia mati untuk itu?" Mi Ho yang mendengarkan pertanyaan itu hanya bisa terdiam.
Dae Woong bilang kepada Byung Soo bahwa Mi Ho sebentar lagi akan pergi. Byung Soo jelas kebingungan dan bertanya kenapa Mi Ho akan pergi? Dae Woong menjawab bahwa pada dasarnya dunia dia dan Mi Ho itu berbeda sehingga dia tidak akan bisa hidup bersama dengan Mi Ho selamanya. Byung Soo masih tidak mengetahui bahwa Mi Ho itu adalah seorang Gumiho jadi dia berpikir, "Apakah Mi Ho dari keluarga Konglomerat? Ah marganya adalah Goo, apakah dia dari keluarga raksasa bisnis elektronik? Ah tidak mungkin... Dae Woong tidak akan membiarkan Mi Ho pergi jika Mi Ho keluarga konglomerat."

Dae Woong melihat HPnya yang sama sekali tidak dapat panggilan dari Mi Ho dan dia pun yakin bahwa Mi Ho tidak dalam keadaan bahaya. Dae Woong lalu memutuskan untuk kembali ke rumah kakeknya untuk meminta daging sapi untuk Mi Ho.

Dae Woong pulang ke rumah dan Kakeknya jelas sangat bangga kepada Dae Woong yang mendapatkan peran dalam sebuah film dan mungkin saja Dae Woong akan menjadi pemeran utamanya. Bibi berkata, "Dong Hong pasti mendidikmu dengan baik ya." Dae Woong tersenyum dan dia baru sadar sesuatu, "Dari mana bibi mengetahui tentang produser itu?" Bibi gelagapan dan menjawab bahwa Dong Hong itu sudah sangat terkenal dalam film aksi.

Kakek langsung tersenyum karna akhirnya mengetahui siapa yang di sukai oleh Bibi. Dae Woong lalu bilang bahwa beberapa hari lagi mungkin dia akan pulang ke rumah ini, Apakah kakek membolehkannya? Kakek menjawab bahwa Dae Woong tentu saja boleh pulang ke rumah ini lagi bahkan Dae Woong pun boleh membawa perempuan yang selalu bersama dengan Dae Woong itu. Dae Woong jelas kebingungan dan mencoba menjelaskan bahwa Mi Ho tidak akan ikut pulang bersamanya namun karena Kakek dan Bibi menatap dia aneh maka Dae Woong pun tidak jadi mengatakan bahwa Mi Ho tidak akan ikut dengannya. Dae Woong mengalihkan pembicaraan dengan bertanya, "Kakek, apakah ada daging di kulkas? Bolehkah aku membungkusnya untuk dibawa pulang?"

Dong Joo bilang kepada Mi Ho bahwa Mi Ho bisa menjadi manusia bila ada seorang manusia yang mau membunuh Mi Ho. Mi Ho jelas ingin sekali menjadi manusia. Dong Joo bilang bahwa yang Mi Ho perlukan sekarang adalah seseorang yang mau membunuhnya dan juga seseorang yang ingin berbagi kekuatan bersamanya. Mi Ho mulai berpikir, "Makhluk yang bisa membunuhku?" Dong Joo langsung berkata bahwa darahnya itu bisa membunuh Mi Ho. Dong Joo mengeluarkan pisau yang dapat membunuh Mi Ho dan dia melukai tangannya sendiri untuk mengeluarkan darah dari tangannya. Dong Joo juga bilang bahwa pisau itu bisa melenyapkan Mi Ho.

Dong Joo lalu berkata, "Jika kau meminum darahku ini... Maka perlahankan kau akan mati karna meminum darahku ini." Mi Ho pun bertanya, "Kau bisa membunuhku?" Dong Joo lalu menjelaskan bahwa 'titisan rubah' Mi Ho itu energinya bisa di serap oleh manusia dan jika  'titisan' itu energinya diserap oleh manusia selama 100 hari maka Mi Ho pun bisa menjadi manusia. Mi Ho bertanya, "Mengapa kau mengatakan hal ini padaku?" Dong Joo bilang bahwa dia mengenal seseorang yang seperti Mi Ho dan menginginkan menjadi manusia juga. Mi Ho kembali bertanya, "Apakah dia menjadi manusia?" Dong Joo mengingat masa lalunya ketika dia membunuh seseorang yang wajahnya mirip dengan wajah Mi Ho.

Dong Joo lalu mengalihkan pertanyaan Mi Ho itu dengan bertanya balik kepada Mi Ho, "Aku akan membantumu dalam masalah kematian. Tapi, Apakah ada manusia yang mau menyimpan 'titisan'mu itu selama 100 hari? Cha Dae Woong, apakah dia mau membantumu? Kau tidak boleh percayai manusia. Jika tidak, maka lupakan saja semua yang aku katakan tadi dan kembalilah keduniamu. " Mi Ho yang mendengar hal itu pun hanya bisa terdiam.

Mi Ho pergi ke tengah kota Seoul dan melihat orang-orang disana. Dia bertanya pada dirinya sendiri, "Arti dari mati itu... Apakah aku akan menghilang?" Mi Ho menatap botol yang isinya darah Dong Joo dan dia bilang bahwa yang dia inginkan hanyalah hidup di dunia manusia saja.

Hye In mulai ikutan kelas aksi di sekolah aksi milik Dong Hong. Sun Nyeon bertanya, "Adeganmu tidak ada aksi sama sekali, kenapa kamu latihan aksi?" Hye In menjawab bahwa dia ingin mempelajari banyak hal. Sun Nyeon to the point bertanya, "Kau ingin mendapatkan peran utama kan?" Hye In tidak menjawabnya. Sun Nyeon bilang jika Hye In menjadi peran utama maka dirinya akan mengisi peran Hye In dan itu akan berjalan dengan yang dia inginkan. Byung Soo bilang bahwa Dong Hong pasti menginginkan film ini sukses dan tidak akan memakai Sun Nyeon, ketika Sun Nyeon melotot kepada Byung Soo, Byung Soo pun langsung terdiam.

Hye In bertanya, "Kapan produser akan datang?" Byung Soo bilang bahwa mereka sudah melakukan pemanasan dan sebaiknya langsung latihan menggunakan kawat. Hye In bilang bahwa dia akan melakukannya nanti, dan Hye In pun langsung pergi meninggalkan Sun Nyeon dan Byung Soo. Byung Soo bilang bahwa Hye In pasti hanya ingin melakukan latihan itu di depan produser Dong Hong saja.
Mi Ho berjalan menuju ke rumah dan melepaskan ikatan rambutnya. Dong Hong melihat Mi Ho dan dia pun langsung ingat sosok perempuan yang bisa terbang. Dong Hong langsung tuun dari mobil dan menghampiri Mi Ho. Hye In yang sedang jalan keluar dari sekolah aksi itu melihat Dong Hong dan dia pun langsung tersenyum, tapi begitu melihat Dong Hong sedang berbicara dengan Mi Ho maka senyum Hye In pun langsung hilang.

Dong Hong bertanya kepada Mi Ho, "Nona, apakah kau pernah melihatku beberapa malam yang lalu?" Mi Ho mengingat Dong Hong yang sedang buang air kecil di pinggir jalan dan dia pun langsung ketakutan. Dong Hong mengajak Mi Ho untuk berbincara sebentar namun Mi Ho langsung lari kabur. Hye In yang melihat itu bertanya-tanya, "Apakah mungkin perempuan itu yang dicari oleh Dong Hong untuk menjadi peran utama? Tidak mungkin..." Dong Hong tidak berhasil mengejar Mi Ho karna Mi Ho benar-benar berlari dengan cepat dan Dong Hong pun berkomentar, "Aksi sesungguhnya, benar-benar cepat larinya..."
Dae Woong berjalan pulang sambil membawa daging sapi dari rumahnya itu dan dan merasa Mi Ho pasti sangat senang karna ada daging sapi. Tiba-tiba Hye In menelpon Dae Woong dan mengajak bertemu karna ada sesuatu yang mau dibicarakan. Dae Woong bilang bahwa dia tidak bisa menemui Hye In sekarang karna dia sedang makan malam dengan Kakeknya dan tidak bisa pulang. Hye In awalnya mengerti namun dia melihat sosok Dae Woong yang sedang berjalan dan akhirnya dia tau kalau Dae Woong berbohong. Hye In bilang bahwa Hye In bisa melihat Dae Woong berjalan. Dae Woong mencari mobil Hye In dan langsung kaget begitu melihat Hye In turun dari mobil dan langsung menghampirinya.

Hye In melihat Dae Woong membawa daging sapi dan dia pun bertanya, "Apakah kamu mau merayakan ini dengan pacarmu hah?" Dae Woong jelas panik menjelaskan hal ini.
Mi Ho duduk di sebuah kursi dan dia bingung kenapa Dong Hong terus mengikutinya dan sepertinya Dong Hong itu penting untuk Dae Woong. Mi Ho bersyukur untung saja tidak tertangkap oleh Dong Hong. Mi Ho ingat kata-kata Dae Woong untuk menelponnya jika ada sesuatu hal yang terjadi dan dia pun berniat untuk menelpon Dae Woong namun dia tidak memiliki HP, Jadinya Mi Ho menatap perempuan tua yang berebut kupon dengannya dan meminjam HP. Perempuan tua itu pun mau meminjamkan HPnya kepada Mi Ho. Mi Ho membalas tersenyum kepada perempuan itu dan langsung menelpon Dae Woong.
Hye In mengajak Dae Woong untuk berbicara sebentar. Hye In berkata, "Dae Woong , kau tidak memiliki perasaan apapun kepadanya kan? Tapi aku tahu bahwa kau hanya terbawa oleh gadis itu. Ketika gadis itu selalu menempel padamu, aku mencoba mengerti namun aku sudah tidak tahan lagi melihatnya." Dae Woong pun menjelaskan bahwa dia ini berhutang budi besar sekali kepada Mi Ho dan dia sudah berjanji tidak akan meninggalkan Mi Ho namun hal itu tidak akan berjalan lama lagi.

Hye In lalu bertanya, "Dae Woong... Kamu menyukaiku kan? Apakah aku salah sangka?" Dae Woong kaget mendengar pertanyaan Hye In dan bilang bahwa Hye In tidak salah sangka. Hye In melanjutkan omongannya dan bilang bahwa seharusnya Dae Woong bicara padanya jika memang Dae Woong menyukainya karna selama ini Hye In selalu menunggu Dae Woong mengatakan hal itu. Hye In lalu bilang bahwa beberapa hari ini dia berpikir dan dia jadi susah mempercayai hati Dae Woong. Dae Woong hanya diam mendengar ucapan Hye In.

Pulang dari pertemuannya dengan Hye In, Dae Woong pergi ke sebuah kedai minum dan mengingat kata-kata Hye In yang meminta menyelesaikan semua masalah dan kembali padanya, Jika Dae Woong masih terus bersama dengan Mi Ho maka Hye In tidak akan menunggu Dae Woong lagi. Dae Woong benar-benar kebingungan.
Mi Ho pulang ke rumah dan melihat ada tas berisi daging dan Mi Ho pun yakin bahwa hari Dae Woong berjalan dengan lancar karna Dae Woong pulang sambil membawa daging. Mi Ho mencium bau daging yang benar-benar lezat dan bilang bahwa dia akan menunggu Dae Woong dan makan daging itu bersama dengan Dae Woong. Mi Ho terus menunggu Dae Woong pulang namun Dae Woong sampai larut malam belum pulang juga. Mi Ho mencoba mencari Dae Woong dengan berkeliling padahal ia tadi juga sudah meninggalkan pesan kepada Dae Woong, tetapi mengapa Dae Woong belum pulang juga?

Dae Woong baru membuka HPnya dan mendapatkan pesan dari Mi Ho yag berisi, "Dae Woong, Produser Dong Hong terus mengikutiku tapi aku kabur darinya. Ummm dan juga ada sesuatu yang mau aku tanyakan padamu. Apakah tidak apa-apa jika aku terus tinggal disini? Jika tidak apa-apa, aku punya alasan mengapa aku ingin tinggal disini. Aku akan menunggumu. Dae Woong belikan aku daging dan cepatlah pulang."
Mi Ho yang sedang menunggu di luar dapat mencium bau Dae Woong dan dia pun langsung mencari Dae Woong dan berhasil menemukan Dae Woong di dalam gor. Mi Ho bertanya, "Dae Woong, kenapa kau disini? Apakah kau sakit?" Dae Woong yang dalam keadaan mabuk berat pun langsung berkata, "Ah kau Mi Ho? Mi Ho! Aku mabuk... Haruskah kita... Saat ada bulan, kau memperlihatkan ekormu dan melakukan Hoi-Hoi?" Dae Woong benar-benar mabuk dan hampir terjatuh namun Mi Ho langsung menolongnya.

Dae Woong : Mi Ho, kita ini teman kan?
Mi Ho : Ya..
Dae Woong : Lalu bisakah kamu mengikuti permintaanku?
Mi Ho : Apa itu?
Dae Woong : Mi Ho, tolong kamu pergi. Apakah kamu bisa pergi? Ini permintaan! Aku sungguh merasa mau mati. Jadi kamu, pergilah dari kehidupanku.


Dae Woong langsung terjatuh dan Mi Ho menatapnya sedih. Mi Ho berkata, "Dae Woong, sebenarnya kau sudah membaik sekarang. Sehingga itu tidak akan membuatmu sakit kembali. Aku akan pergi."

Keesokan paginya Dae Woong terbangun dan sudah berada di atas tempat tidur. Dae Woong bangun dan merasa badannya sakit lalu dia berkata, "Kenapa aku ada di dalam rumah? apakah Mi Ho yang memindahkanku?" Dae Woong mencari Mi Ho di dalam rumah namun dia tidak menemukannya sama sekali. Dae Woong lalu pergi keluar rumah dan dia juga tidak menemukan Mi Ho sama sekali. Dia baru sadar : Mi Ho telah pergi !
*Bersambung..*



« Newer
Older »